Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineParigi MoutongRagamSulawesi Tengah

Nelayan Lakukan Aksi Protes Proyek Seismik 3D di Teluk Tomini

×

Nelayan Lakukan Aksi Protes Proyek Seismik 3D di Teluk Tomini

Sebarkan artikel ini
Aksi Demo Nelayan di Depan Kantor Bupati Parigi Moutong Terhadap Proyek Strategis Nasional survei seismik 3D Gorontalo Offshore. Senin, 22 Des 2025. (Foto:Istimewa)

PARIMO, bawainfo.id – Aktivitas survei seismik 3D Gorontalo Offshore di perairan Teluk Tomini menuai protes dari nelayan Parigi Moutong. Puluhan nelayan mendatangi Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (22/12/2025), menuntut pertanggungjawaban atas rusaknya alat bantu penangkapan ikan berupa rompon yang diduga terdampak langsung oleh kegiatan tersebut.

Dalam aksi tersebut, nelayan menyampaikan sedikitnya 48 unit rompon milik warga dilaporkan putus dari jangkar dan hanyut ke tengah laut.

Example 300x600

Kerusakan ini dinilai menimbulkan kerugian besar karena rompon merupakan sarana vital dalam aktivitas penangkapan ikan.

Koordinator lapangan aksi, Rifai, menegaskan bahwa rompon bukan sekadar alat bantu, melainkan sumber penghidupan utama nelayan pesisir Teluk Tomini.

“Kami menuntut ganti rugi atas hilangnya aset kami. Ini bukan hanya alat, tapi mata pencaharian nelayan. Jika rompon hilang, maka penghasilan kami ikut hilang,” ujar Rifai saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor Bupati.

Selain menuntut kompensasi, massa aksi juga mempertanyakan minimnya empati dan sosialisasi dari pelaksana proyek survei seismik. Menurut nelayan, operasional proyek dinilai tidak mempertimbangkan kearifan lokal serta keberadaan ruang tangkap tradisional masyarakat pesisir.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, yang menemui langsung massa aksi, menyatakan keprihatinannya atas keluhan nelayan. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat agar tidak ada pihak yang dirugikan secara ekonomi.

“Kami memahami keresahan nelayan. Pemerintah daerah akan mengawal persoalan ini secara serius. Prinsipnya, kami tidak akan mengambil keputusan yang merugikan masyarakat,” tegas Abdul Sahid.

Untuk meredam situasi, Wakil Bupati kemudian mengundang 10 perwakilan nelayan untuk melakukan dialog dan pembahasan lebih mendalam di ruang kerjanya, guna menginventarisasi kerugian serta mencari solusi terbaik.

Proyek Strategis Nasional
Berdasarkan informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), aktivitas yang dipersoalkan nelayan merupakan bagian dari Proyek Akuisisi Seismik 3D Gorontalo Offshore.

Proyek ini resmi dimulai awal Desember 2025 melalui kick off meeting di Manado dan Bitung.

Survei dilakukan oleh Badan Geologi menggunakan kapal seismik HYSY 760 milik China Oilfield Services Limited (COSL). Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 40 hari untuk memetakan potensi minyak dan gas bumi di Cekungan Gorontalo dengan resolusi tinggi.

Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto, sebelumnya menyatakan bahwa Cekungan Gorontalo merupakan wilayah yang sangat prospektif untuk pengembangan migas. Data hasil survei nantinya akan dievaluasi dan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk ditawarkan kepada investor.

Pemerintah pusat sendiri tengah menggenjot eksplorasi migas di kawasan timur Indonesia. Dari 128 cekungan sedimen yang teridentifikasi secara nasional, baru sekitar 20 cekungan yang telah berproduksi.

Survei di Teluk Tomini dipandang strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional ke depan.

Namun di tingkat tapak, proyek berteknologi tinggi ini kini berbenturan dengan aktivitas ekonomi tradisional masyarakat pesisir. Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi antara nelayan dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong masih terus berlangsung guna mencari titik temu terkait skema ganti rugi dan perlindungan ruang tangkap nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *