Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Jalan Kotaraya Belum Tersentuh, Legislator Golkar Soroti Janji Bupati Parigi Moutong

×

Jalan Kotaraya Belum Tersentuh, Legislator Golkar Soroti Janji Bupati Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, Imam Muslihun. (Foto:Ist)

PARIMO,bawainfo.id – Kondisi jalan rusak berat di Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga, kembali menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Parigi Moutong. Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, Imam Muslihun, menegaskan bahwa masyarakat setempat hingga kini masih menunggu realisasi janji pembangunan jalan yang pernah disampaikan oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase.

Dalam forum paripurna yang digelar Senin (12/01), Imam menyampaikan bahwa warga Kotaraya terus mempertanyakan kepastian pembangunan jalan yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan dikerjakan.

Example 300x600

“Kami berharap ada OPD yang benar-benar bertanggung jawab menangani persoalan ini. Masyarakat terus bertanya kepada kami karena pembangunan jalan di beberapa wilayah lain sudah berjalan, sementara di kampung kami masih nol kilometer,” ujar Imam di hadapan pimpinan sidang.

Ia menilai terdapat ketimpangan dalam realisasi pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah kecamatan. Menurutnya, beberapa wilayah seperti Lambunu, Taopa, dan Bolano sudah mendapatkan perhatian pembangunan, sedangkan Kotaraya belum tersentuh.

“Kenapa di wilayah lain bisa direalisasikan, tetapi Kotaraya tidak? Padahal janji pembangunan itu disampaikan langsung oleh Pak Bupati,” tegasnya.

Imam menjelaskan, komitmen pembangunan jalan tersebut disampaikan pada tahun 2025 dengan target pelaksanaan pada tahun 2026. Namun hingga kini masyarakat belum melihat adanya perkembangan yang signifikan.

Ia mengakui pemerintah daerah kemungkinan menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak mudah dipahami oleh masyarakat di tingkat desa.

“Mungkin kita di pemerintahan paham soal efisiensi anggaran, tapi masyarakat tidak melihat itu. Yang mereka ingat adalah janji yang pernah disampaikan,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Imam mengaku hampir setiap waktu menerima keluhan dari warga terkait kerusakan jalan tersebut.

“Setiap bertemu masyarakat, mereka selalu mempertanyakan kapan jalan ini diperbaiki. Karena itu saya berharap Pak Wakil Bupati bisa menyampaikan langsung kepada Pak Bupati agar persoalan ini segera ditangani,” ujarnya.

Menurut Imam, kondisi kerusakan jalan di Desa Kotaraya sebenarnya sudah diketahui banyak pihak sehingga tidak perlu lagi dilakukan peninjauan berulang.

“Tidak perlu lagi turun ke lokasi hanya untuk melihat. Semua orang sudah tahu jalan itu rusak parah,” katanya.

Minimnya penanganan dari pemerintah bahkan membuat masyarakat mengambil inisiatif sendiri. Warga secara swadaya mengumpulkan dana untuk menimbun jalan agar tetap bisa dilalui kendaraan.

“Beberapa organisasi masyarakat ikut menggalang dana untuk menimbun jalan tersebut. Ini murni dari hasil urunan warga,” ungkapnya.

Salah satu kelompok yang terlibat dalam penggalangan dana tersebut adalah komunitas pemancing kolam. Dari inisiatif itu, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp25 juta.

Dana tersebut digunakan untuk menutup sejumlah lubang besar di badan jalan, meskipun perbaikannya masih bersifat sementara.

“Kalau belum bisa diaspal, setidaknya lubang-lubang itu bisa diratakan dulu supaya masyarakat tidak terlalu kesulitan melintas,” pungkas Imam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *