Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Pemanfaatan awal TPS3R Baliara, Pemda Parimo Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan

×

Pemanfaatan awal TPS3R Baliara, Pemda Parimo Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Asisten I Setda Parigi Moutong Adrudin Nur menggunting pita saat peresmian TPS3R di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, didampingi Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Tonggiroh dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Faisan Badja, Senin (23/2/2026).

PARIMO, bawainfo.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar serah terima hasil pekerjaan pembangunan tangki septik skala individual dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Senin (23/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab dalam mendorong percepatan pembangunan sanitasi permukiman serta pengelolaan persampahan berbasis masyarakat di wilayah Parimo.

Example 300x600

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parimo, Adrudin Nur, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Saya mengapresiasi seluruh jajaran perangkat daerah, camat, kepala desa, kelompok swadaya masyarakat (KSM), tenaga fasilitator lapangan, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai ketentuan kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan tangki septik skala individual dan TPS3R merupakan bagian dari kebijakan kepala daerah melalui implementasi strategi sanitasi kabupaten, khususnya dalam pengelolaan air limbah domestik dan persampahan.

“Khusus pembangunan TPS3R yang telah kita selesaikan hari ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab bersama dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, TPS3R bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang membutuhkan komitmen, kedisiplinan, dan manajemen yang baik agar berjalan optimal.

Karena itu, Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup akan memastikan terselenggaranya pembinaan dan pendampingan lanjutan bagi kelompok pengelola TPS3R.

“Pendampingan ini mencakup pelatihan teknis operasional seperti pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengelolaan sampah anorganik bernilai ekonomi, hingga pengoperasian sarana dan peralatan yang tersedia di TPS3R,” jelasnya.

Selain aspek teknis, penguatan kapasitas manajemen juga menjadi perhatian, termasuk kemampuan administrasi, pencatatan volume sampah, pengelolaan iuran, serta penyusunan laporan kegiatan agar operasional berjalan transparan dan akuntabel.

Adrudin mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan operasional TPS3R melalui perubahan perilaku, terutama membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Tanpa partisipasi aktif masyarakat, fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit ini tidak akan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab berharap TPS3R tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Parimo.

“Setiap aset yang telah diserahterimakan menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dirawat. Pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan fungsi dan kualitas hasil pekerjaan ini,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Parimo Alfres M. Tonggitoh, Wakil Ketua Komisi III DPRD Faisan Lelo Badja, para penerima manfaat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta jajaran pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemkab berharap sarana yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang serta menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui gerakan pembangunan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *