PARIMO, bawainfo.id — Peristiwa tragis akibat pohon tumbang kembali terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Sebuah pohon trembesi berukuran besar roboh secara tiba-tiba di Jalan Lorong Cinta, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, menewaskan seorang bocah dan melukai dua orang lainnya, serta merusak rumah warga. Sabtu, 11 Maret 2026.
Pohon trembesi yang berada tepat di tepi jalan tumbang dan menimpa pengguna jalan yang tengah melintas. Batang pohon juga menghantam rumah milik warga bernama Niluh hingga menyebabkan kerusakan cukup parah pada bagian depan rumah.
Seorang anak laki-laki bernama Ehzan (4), warga Boyantongo Pantai, meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala. Sementara dua korban lainnya, Julita (41) dan Safa (16), mengalami luka di bagian wajah dan saat ini menjalani perawatan intensif di UGD RS Anuntaloko.
Insiden terjadi di kawasan permukiman padat penduduk, tepatnya di Jalan Lorong Cinta, Kelurahan Kampal, yang selama ini dikenal ramai dilalui warga.
Peristiwa terjadi sekitar siang hari, saat aktivitas warga tengah berlangsung. Pohon dilaporkan roboh secara mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya yang disadari warga sekitar.
Kejadian terjadi, menurut keterangan Niluh, pemilik rumah yang terdampak, kondisi pohon tersebut sebenarnya telah lama mengkhawatirkan. Ia mengaku telah berulang kali melaporkan kemiringan dan kondisi akar pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup setempat, namun tidak mendapat tindak lanjut cepat.
“Saya sudah sering melapor karena pohon itu terlihat miring dan akarnya seperti tidak kuat. Letaknya persis di depan rumah saya, sangat berbahaya,” ujar Niluh dengan nada terpukul.
Ia menambahkan, kekhawatiran itu kini berubah menjadi kenyataan pahit. Selain kehilangan nyawa seorang anak, rumahnya juga mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon.
Tak lama setelah kejadian, petugas BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur TNI dan Polri tiba di lokasi. Proses evakuasi korban dan pembersihan batang pohon berlangsung cukup lama karena ukuran pohon yang besar, sehingga petugas harus menggunakan alat pemotong untuk membuka akses jalan dan mengevakuasi material kayu.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian mengaku terkejut mendengar suara keras saat pohon roboh. Beberapa di antaranya langsung memberikan pertolongan awal kepada korban sebelum petugas tiba.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat setempat. Warga menilai lemahnya respons terhadap laporan potensi bahaya lingkungan telah berujung pada jatuhnya korban jiwa.
Mereka mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan pendataan dan pemangkasan pohon-pohon besar yang rawan tumbang, terutama di kawasan permukiman dan jalur padat aktivitas.
Tragedi ini menjadi peringatan serius akan pentingnya respons cepat terhadap keluhan warga demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.








