PARIMO, bawainfo.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, akan membentuk tim terpadu untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pendistribusian yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Barcode BBM bersubsidi dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi dan UMKM Parimo. Karena itu, dalam waktu dekat kami akan membentuk tim terpadu untuk melakukan penertiban,” ujar Erwin saat diwawancarai di Parigi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, tim terpadu tersebut akan bertugas mengamankan serta menelusuri titik-titik permasalahan dalam pendistribusian BBM bersubsidi, termasuk mengidentifikasi penyebab barcode tidak tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, barcode BBM bersubsidi diduga diperjualbelikan oleh oknum-oknum tertentu.
“Saya masih mencari tahu karena saat ini informasinya masih sebatas laporan yang beredar di masyarakat. Kalau memang benar ada aparat yang terlibat, nanti akan kita serahkan kepada instansi yang berwenang. Kalau ASN, jelas akan kita beri sanksi tegas,” katanya.
Erwin menegaskan tim terpadu harus bekerja secara independen dengan melakukan penelusuran dan investigasi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan barcode BBM bersubsidi.
Menurutnya, apabila terdapat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang terbukti terlibat, maka akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari pemindahan jabatan hingga pemberhentian apabila terbukti melakukan pelanggaran.
“Saya sudah menyampaikan berulang kali agar jangan ada yang bermain dalam persoalan ini. Jika terbukti, tentu akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, Erwin menyampaikan Kabupaten Parigi Moutong juga memperoleh Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan dilaksanakan di sembilan titik. Melalui program tersebut akan dibangun sarana pengisian BBM bagi nelayan sebagai upaya mendukung penataan distribusi BBM bersubsidi.
“Program ini sekaligus dapat menunjang perbaikan sistem distribusi. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi persoalan seperti ini,” pungkasnya.




