Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
KesehatanParigi Moutong

Program Sehat Bersama Terintegrasi Berani Sehat, RSUD Anuntaloko Akui Sosialisasi Masih Perlu Diperkuat

×

Program Sehat Bersama Terintegrasi Berani Sehat, RSUD Anuntaloko Akui Sosialisasi Masih Perlu Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Plt Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, menyampaikan pentingnya penguatan koordinasi dan sistem pelayanan kesehatan dalam rapat bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong.

PARIMO, bawainfo.id – Optimalisasi layanan kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong terus menjadi perhatian Pemda agar program prioritas di bidang kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu program unggulan, Sehat Bersama, disebut telah berjalan hingga ke tingkat puskesmas dan terintegrasi dengan program Berani Sehat milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan implementasi program tersebut telah menjangkau seluruh puskesmas. Namun, menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan agar pemahaman terhadap layanan kesehatan yang tersedia dapat lebih merata.

Example 300x600

“Program ini sebenarnya sudah berjalan di lapangan, namun sosialisasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan agar pemahaman terhadap layanan bisa lebih merata,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong yang dihadiri Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, BPJS Kesehatan, serta seluruh kepala puskesmas.

Ia menilai, sinkronisasi antara program daerah dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama dalam aspek pembiayaan dan mekanisme rujukan pasien.

Meski demikian, Irwan mengakui pelaksanaan program di lapangan belum sepenuhnya optimal. Karena itu, penguatan sosialisasi dan pendampingan secara berjenjang dinilai penting agar seluruh petugas pelayanan memahami prosedur yang telah ditetapkan.

Selain itu, sistem rujukan pasien juga menjadi perhatian. Penggunaan aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) dinilai sudah tepat, namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

“Sistem ini sangat membantu, tetapi karena bergantung pada jaringan internet dan pengoperasian oleh petugas, masih ada hambatan yang perlu dibenahi,” jelasnya, Senin (6/4/2026).

Untuk mengatasi kendala tersebut, fasilitas kesehatan sementara memanfaatkan komunikasi melalui grup pesan instan guna memastikan kesiapan pelayanan, mulai dari tenaga medis, ketersediaan obat-obatan hingga ruang perawatan.

“Kadang informasi rujukan sudah masuk, tetapi ruang perawatan di rumah sakit penuh. Dalam kondisi seperti itu, koordinasi cepat sangat dibutuhkan agar pasien tetap bisa tertangani dengan baik,” tambahnya.

Irwan menjelaskan, layanan rujukan pada dasarnya telah dijamin melalui BPJS Kesehatan bagi peserta aktif. Sementara itu, Pemda Parigi Moutong memberikan dukungan tambahan melalui program prioritas daerah, salah satunya penyediaan ambulans gratis untuk pemulangan jenazah.

“Layanan ambulans gratis ini merupakan bentuk intervensi daerah untuk kebutuhan yang belum ditanggung BPJS,” terangnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi IV DPRD Parigi Moutong juga mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor guna menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan.

RSUD Anuntaloko Parigi memastikan akan terus memperkuat koordinasi dan mendukung pelaksanaan program kesehatan secara terpadu agar kualitas pelayanan semakin meningkat serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Koordinasi dan penguatan sistem harus terus dilakukan agar pelayanan kesehatan semakin optimal,” tutup Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *