Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParigi Moutong

Banjir Berulang di Kelurahan Bantaya, Pemkab Parimo Fokus Benahi Sistem Drainase

×

Banjir Berulang di Kelurahan Bantaya, Pemkab Parimo Fokus Benahi Sistem Drainase

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) bergerak cepat menangani persoalan banjir yang kerap menggenangi permukiman warga di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Mohamad Aflianto Hamzah, meninjau langsung kondisi saluran drainase di wilayah terdampak, Kamis (30/7/2026).

Example 300x600

Peninjauan tersebut dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri atas Bidang Sumber Daya Air (SDA), Bidang Cipta Karya, Sekretaris Dinas PUPRP, serta Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong.

Aflianto mengatakan, peninjauan itu merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Parigi Moutong setelah banjir kembali melanda wilayah tersebut akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Malam tadi banjir kembali terjadi. Atas arahan Pak Bupati, kami bersama dinas terkait diminta turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi penyebab banjir sekaligus mengambil langkah penanganan cepat agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Aflianto.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis dan pengukuran di sejumlah titik, kata Aflianto, penyebab utama banjir adalah sistem drainase yang tidak lagi berfungsi secara optimal.

Ia menjelaskan, tingginya endapan lumpur serta tersumbatnya saluran pembuangan akhir menghambat aliran air, sehingga menyebabkan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Permasalahan utamanya berada pada drainase. Endapan lumpur sudah cukup tinggi, ditambah saluran pembuangan akhir yang tersumbat. Karena itu, langkah awal yang akan kami lakukan adalah normalisasi dan pembersihan saluran agar aliran air kembali lancar,” jelasnya.

Sebagai penanganan jangka pendek, Dinas PUPRP akan segera melakukan normalisasi dan pembersihan drainase pada sejumlah titik yang mengalami penyumbatan.

Sementara itu, upaya penanganan jangka panjang melalui pemeliharaan berkala dan peningkatan kapasitas sistem drainase di kawasan Kota Parigi, khususnya Kelurahan Bantaya, akan diusulkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

Meski demikian, Aflianto menegaskan pihaknya tidak akan menunggu proses penganggaran selesai untuk melakukan penanganan awal mengingat potensi hujan masih cukup tinggi.

“Kami akan bergerak secepat mungkin. Meskipun anggaran perubahan belum tersedia, bidang teknis tetap melakukan langkah-langkah penanganan awal sebagai antisipasi karena curah hujan masih cukup tinggi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *