Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Parimo Targetkan Lompatan IPM dan Pertumbuhan Ekonomi pada 2027

×

Parimo Targetkan Lompatan IPM dan Pertumbuhan Ekonomi pada 2027

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menargetkan peningkatan signifikan pada sejumlah indikator pembangunan strategis tahun 2027, khususnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengungkapkan bahwa peningkatan indikator pembangunan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Example 300x600

Ia menjelaskan, saat ini capaian IPM Kabupaten Parigi Moutong berada pada angka 69,99, masih berada di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mencapai angka di atas 72.

“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan pola peningkatan biasa. Diperlukan lompatan besar agar Parigi Moutong mampu mengejar ketertinggalan dari daerah lain,” tegas Irwan dalam forum Musrenbang RKPD 2027.

Menurutnya, peningkatan IPM harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan tiga aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan, serta peningkatan daya beli masyarakat. Selain itu, pemerataan akses layanan dasar, terutama di wilayah terpencil, menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Di sisi lain, Irwan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Parigi Moutong pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,92 persen, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 3,58 persen.

Meski menunjukkan tren positif, angka tersebut masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 8,47 persen.

Menurut Irwan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah struktur ekonomi daerah yang masih didominasi sektor dengan nilai tambah relatif rendah. Selain itu, pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi produk unggulan daerah dinilai masih perlu diperkuat.

“Ekonomi kita memang tumbuh, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ke depan kita harus memperkuat sektor unggulan seperti pertanian, sekaligus mendorong pengolahan hasil agar memiliki nilai tambah lebih tinggi,” jelasnya.

Meski demikian, Parigi Moutong memiliki modal pembangunan berupa tingkat ketimpangan ekonomi yang relatif rendah. Berdasarkan data yang disampaikan, gini rasio daerah berada pada angka 0,25, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,30.

Namun, Irwan menegaskan bahwa pemerataan ekonomi perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pertumbuhan agar mampu menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk tahun 2027, pemerintah daerah menargetkan sejumlah capaian pembangunan, di antaranya penurunan angka kemiskinan hingga 12 persen, peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen, serta percepatan peningkatan IPM melalui program-program prioritas.

Beberapa strategi yang disiapkan meliputi penguatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan layanan kesehatan, perluasan lapangan kerja, serta pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi dan inovasi.

“Target ini memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin dicapai apabila seluruh perangkat daerah bergerak bersama dan fokus pada program yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *