Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParigi MoutongPeristiwa

Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Rilis Resmi BMKG Terkait Kondisi Udara

×

Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Rilis Resmi BMKG Terkait Kondisi Udara

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id– Kabut asap dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo menyebut kondisi tersebut diduga berkaitan dengan asap kebakaran yang berasal dari luar wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Parimo, Rivai, mengatakan informasi sementara yang diterima pihaknya menyebutkan bahwa kabut asap yang berdampak ke wilayah Parimo berasal dari asap kebakaran di Papua dan Kalimantan.

Example 300x600

Namun, BPBD masih menunggu keterangan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap kualitas udara di wilayah Parimo.

“Informasi yang kami dapatkan, wilayah Parigi Moutong terkena dampak kabut asap dari Papua dan Kalimantan yang terkumpul di equator,” kata Rivai, ditemui Senin, 5 Oktober 2026.

Menurut Rivai, BPBD telah melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan penjelasan resmi mengenai kondisi kabut asap yang saat ini terjadi.

Ia menjelaskan, pengukuran kualitas udara saat ini tersedia di Kota Palu dan hasilnya menunjukkan adanya kabut asap. Sementara untuk mengetahui kondisi kualitas udara serta dampaknya di Parimo, pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut.

“Kami tadi hubungi BMKG, semacam meminta pernyataan resmi dari mereka karena mereka yang mengeluarkan pernyataan resmi semacam rilis,” ujarnya.

Ia mencontohkan, seperti yang dilakukan di Makassar, masyarakat telah diberikan imbauan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah setelah adanya rilis resmi dari BMKG.

Sementara itu, kondisi di Parimo saat ini masih terbantu dengan hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

BPBD Parimo terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perkembangan kondisi kabut asap serta langkah penanganan yang diperlukan apabila kualitas udara mengalami penurunan.

Selain melakukan koordinasi terkait kondisi kabut asap, BPBD Parimo juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari paparan kabut asap.

Melalui unggahan di akun resmi BPBD Parimo, masyarakat diingatkan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama gangguan pernapasan dan mata, serta dapat menurunkan jarak pandang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

BPBD Parimo mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kabut asap pekat, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.

Masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi kecepatan kendaraan dan menyalakan lampu saat jarak pandang menurun, tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas atau aparat setempat.

BPBD Parimo turut mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas, nyeri dada, pusing berat, atau keluhan lainnya akibat paparan kabut asap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *