Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParigi Moutong

353 Mahasiswa UIN Datokarama Palu Diterjunkan ke 44 Desa di Parimo

×

353 Mahasiswa UIN Datokarama Palu Diterjunkan ke 44 Desa di Parimo

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid dan jajaran kepala OPD berfoto bersama seluruh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu peserta KKN Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Parimo, Senin (19/10/2026). (Foto: Dinas Kominfo Parimo)

PARIMO, bawainfo.id – Sebanyak 353 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu ditempatkan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas Tahun 2026. Mereka akan tersebar di 44 desa pada tujuh kecamatan selama dua bulan, mulai 15 Oktober hingga 15 Desember 2026.

Bupati Parimo, H. Erwin Burase, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pelaksanaan KKN melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar kegiatan mahasiswa berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Example 300x600

“Jangan segan-segan untuk melapor, baik kepada aparat pemerintah setempat maupun kepada camat. Insyaallah semua yang kita laksanakan ini bisa berjalan dengan baik apabila komunikasi tetap terjaga,” ujar Erwin saat menerima sekaligus melepas mahasiswa KKN di halaman Kantor Bupati Parimo, Senin (19/10/2026).

Sebanyak 1.125 mahasiswa UIN Datokarama Palu dilepas secara serentak untuk ditempatkan di empat kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah. Dari jumlah tersebut, Parimo menjadi wilayah penempatan terbesar dengan 353 mahasiswa yang akan bertugas di tujuh kecamatan, mulai dari Sausu hingga Kasimbar.

Dalam sambutannya, Erwin menyambut baik pelaksanaan KKN Tematik tersebut sebagai bentuk kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia juga mengimbau para camat dan kepala desa agar memantau pelaksanaan kegiatan serta membantu mahasiswa mengatasi kendala selama berada di lokasi pengabdian.

Selain itu, Erwin berpesan agar mahasiswa menghormati adat istiadat setempat dan menjaga kerukunan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta kelompok perempuan di desa penempatan.

Melalui KKN Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas, mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dengan kehidupan masyarakat serta menjalankan program pengabdian sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan desa masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *