PARIMO, bawainfo.id – Evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tahun 2025 menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Namun, di balik hasil tersebut masih terdapat sejumlah tantangan, terutama ketimpangan kinerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai perlu segera dibenahi untuk mendukung optimalisasi pembangunan daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengungkapkan hal tersebut dalam pemaparannya pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027.
Menurut Irwan, secara umum kinerja pemerintah daerah telah menunjukkan tren positif dan masih memiliki peluang untuk mencapai hasil yang lebih tinggi apabila seluruh perangkat daerah mampu bekerja secara optimal dan selaras.
“Secara umum kinerja kita tinggi, bahkan berpotensi di atas 90 persen. Namun masih terdapat beberapa OPD yang capaian kinerjanya rendah, sehingga turut memengaruhi capaian pemerintah daerah secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbedaan capaian antar OPD menjadi salah satu perhatian utama dalam evaluasi pembangunan. Menurutnya, keseragaman kinerja dan sinergi antar perangkat daerah sangat diperlukan agar target pembangunan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal.
Selain persoalan capaian kinerja, Irwan juga menyoroti masih adanya kendala dalam sistem pelaporan di sejumlah OPD. Menurutnya, ketersediaan data dan laporan yang akurat menjadi faktor penting dalam melakukan pengukuran serta evaluasi kinerja pemerintah daerah.
“Dalam beberapa kasus, laporan kinerja masih sulit diperoleh. Padahal tanpa dukungan data yang valid, proses evaluasi tidak dapat dilakukan secara objektif. Ini menjadi perhatian bersama agar sistem pelaporan dapat diperbaiki,” tegasnya.
Meski terdapat sejumlah tantangan, Irwan menyebut beberapa indikator makro pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satunya adalah penurunan angka kemiskinan Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2025 yang mencapai 13,51 persen, menjadi angka terendah sepanjang sejarah daerah tersebut.
Namun demikian, ia menegaskan capaian tersebut masih membutuhkan upaya lanjutan karena angka kemiskinan Parigi Moutong masih berada di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah.
“Trennya memang terus menurun dari tahun ke tahun, tetapi penurunannya belum cukup signifikan. Ke depan, program pengentasan kemiskinan harus semakin tepat sasaran agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain kemiskinan, Irwan menyebut indikator pembangunan lainnya seperti pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dipercepat.
Ia berharap hasil evaluasi kinerja tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program pembangunan.
“Evaluasi bukan sekadar memberikan penilaian, tetapi menjadi instrumen untuk mendorong perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Ini bukan untuk menyalahkan, tetapi menjadi dorongan agar kita semua bekerja lebih baik, terukur, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.




