PARIMO, bawainfo.id – Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Hj. Hestiwaty Nanga, menyatakan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencapai 13 ribu orang.
Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Parenting yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Parimo di Auditorium Kantor Bupati, Rabu (06/05/2026).
“Data itu disampaikan saat saya bersama Ketua Komisi IV serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, dan Bappelitbangda mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Kemendikdasmen. Ketika pihak kementerian memaparkan data tersebut, saya cukup kaget karena angka anak tidak sekolah tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah justru ada di daerah kita,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera bergerak cepat agar tidak terjadi peningkatan jumlah ATS.
Salah satu upaya yang perlu dilakukan, kata dia, adalah langkah promotif dan preventif, yakni mencegah dan mengendalikan agar angka ATS tidak kembali meningkat.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut telah dipetakan tugas dan peran masing-masing pihak dalam upaya pengendalian ATS.
“Bunda PAUD bertugas untuk mensosialisasikan dan mengedukasi wajib belajar 13 tahun dan memastikan tidak ada anak yang tidak bersekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ini merupakan tantangan bersama yang harus ditangani secara lintas sektoral. Oleh karena itu, diperlukan Peraturan Daerah (Perda) terkait penanganan ATS.
Namun demikian, ia menilai jika harus menunggu Perda untuk mulai bergerak, akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena itu, ia menyarankan agar segera diterbitkan surat edaran sebagai langkah awal.
“Surat edaran juga merupakan bentuk kebijakan. Jadi, sambil menunggu Perda, perlu segera dibuat surat edaran ke kecamatan dan desa agar bisa langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan dan pelacakan, jumlah ATS terbanyak berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit atau daerah terpencil, seperti di Kecamatan Tinombo, Tomini, dan Palasa.
Untuk itu, ia meminta kerja sama dari Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa agar turut aktif dalam upaya penurunan angka ATS.
“Bunda PAUD memiliki peran penting dalam melakukan sosialisasi dan edukasi.Bisa dilakukan dengan pendekatan persuasif agar ATS dapat kembali mengakses pendidikan. Camat dan Bunda PAUD kecamatan harus memahami dan memantau tren naik-turunnya ATS. Baik di tingkat kecamatan maupun desa, jangan sampai tidak mengetahui situasi dan data terkini mengenai ATS,” pungkasnya.




