PARIMO, bawainfo.id – Manajemen RSUD Anuntaloko Parigi berencana mengalihfungsikan sebagian ruang rawat inap VIP, khususnya VIP B, menjadi ruang perawatan pasien kelas I. Kebijakan tersebut diambil untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi peserta Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Parigi Moutong.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, saat menghadiri Forum Komunikasi di Parigi, Selasa (23/6/2026).
Irwan mengatakan, tingkat kepesertaan UHC aktif di Kabupaten Parigi Moutong saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, baik pada ruang perawatan kelas III, kelas II, maupun kelas I.
“Perlu diketahui, keikutsertaan UHC yang aktif di daerah kita saat ini sudah mencapai 90 persen,” ujar Irwan.
Menurutnya, dalam kondisi tertentu RSUD Anuntaloko kerap mengalami kekurangan tempat tidur, terutama untuk pasien prioritas yang membutuhkan ruang perawatan kelas I.
“Dalam situasi itu, secara otomatis pasien langsung kami tempatkan di ruangan VIP, khususnya VIP B,” katanya.
Berdasarkan analisis yang dilakukan manajemen, lanjut Irwan, RSUD Anuntaloko kemudian berinisiatif mengurangi jumlah kamar VIP, khususnya VIP B, untuk dialihfungsikan menjadi ruang rawat inap kelas I.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas rumah sakit sekaligus memastikan seluruh pasien prioritas tetap memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.
“Kami berharap dengan ini pasien prioritas tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan fasilitas kesehatan berfungsi sesuai kebutuhannya,” pungkasnya.




