PARIMO, bawainfo.id – BLUD RSUD Anuntaloko Parigi terus melakukan transformasi tata kelola pelayanan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu inovasi yang kini diterapkan adalah SIKEPO (Sistem Integrasi Absensi dan Laporan Harian Pegawai) atau Terampil SIKEPO, sebuah aplikasi yang dirancang untuk meningkatkan disiplin, efektivitas pelaporan, dan tertib administrasi pegawai.
Inovasi tersebut digagas Kepala Bagian Umum, Humas, dan Hukum RSUD Anuntaloko Parigi, Hj. Hasni Djimpa, sebagai bagian dari upaya mendukung reformasi birokrasi dan memperkuat tata kelola internal rumah sakit agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Hasni mengatakan, SIKEPO dikembangkan untuk menjawab kebutuhan akan sistem administrasi kepegawaian yang lebih efektif dan terintegrasi sehingga aktivitas pegawai dapat terdokumentasi dengan baik serta mudah dipantau oleh manajemen.
“SIKEPO kami hadirkan sebagai solusi untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai sekaligus mempermudah proses pelaporan kinerja harian. Melalui sistem ini, seluruh aktivitas pegawai dapat tercatat secara lebih tertib, terukur, dan transparan,” ujar Hasni, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, SIKEPO tidak hanya berfungsi sebagai sistem absensi digital, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan kinerja pegawai yang mampu menyajikan data secara real time sebagai bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit.
“Dengan adanya sistem yang terintegrasi, proses monitoring menjadi lebih mudah. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan karena setiap pegawai memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas yang dilaporkan setiap hari,” jelasnya.
Hasni menuturkan, penerapan SIKEPO merupakan bagian dari komitmen RSUD Anuntaloko Parigi dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas harus didukung oleh sistem administrasi yang tertib serta sumber daya manusia yang berintegritas.
Selain memperkuat disiplin pegawai, SIKEPO juga dinilai mampu mengurangi proses administrasi manual yang selama ini membutuhkan waktu lebih lama. Seluruh data absensi dan laporan harian tersimpan secara digital sehingga memudahkan proses dokumentasi, evaluasi, hingga penyusunan laporan kinerja.
Manajemen RSUD Anuntaloko Parigi mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut karena dinilai mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan rumah sakit. Penerapan SIKEPO juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.
“Kami berharap SIKEPO tidak hanya menjadi aplikasi administrasi, tetapi juga menjadi budaya kerja baru yang mendorong seluruh pegawai untuk semakin disiplin, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Hasni.
Ia menambahkan, penerapan SIKEPO sejalan dengan komitmen RSUD Anuntaloko Parigi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan sistem manajemen, pengembangan inovasi, dan pemanfaatan teknologi informasi. Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, rumah sakit optimistis mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, profesional, serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.
Menurut Hasni, transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan fasilitas dan kompetensi tenaga medis, tetapi juga melalui pembenahan tata kelola organisasi yang modern. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Anuntaloko Parigi.




