Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Pemkab Parimo Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Fokus Perbarui Data dan Intervensi Tepat Sasaran

×

Pemkab Parimo Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Fokus Perbarui Data dan Intervensi Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai bagian dari langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan di daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui rapat teknis Tim Koordinasi ATS yang berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda Parimo, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, dengan fokus utama memperbarui data serta menyusun langkah intervensi yang tepat sasaran.

Example 300x600

Dalam rapat tersebut, tim membahas verifikasi data lapangan dengan melakukan pemadanan antara data kependudukan dan data pendidikan.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya anak yang masuk dalam kategori ATS, baik anak yang putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan, maupun anak yang telah kembali bersekolah tetapi datanya belum diperbarui dalam sistem.

Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, menegaskan penanganan ATS membutuhkan sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga jajaran pemerintah kecamatan.

“Keberhasilan penanganan ATS tidak hanya diukur dari penurunan angka di atas kertas, melainkan memastikan anak-anak benar-benar kembali mendapatkan hak pendidikannya,” ujar Irwan.

Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan dan program yang sesuai dengan kondisi anak di lapangan.

Melalui pemutakhiran data dan pemantauan langsung di tingkat kecamatan, Pemkab Parimo optimistis dapat menekan angka ATS secara berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *