Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Kemensos Dorong Torue Jadi Kampung Siaga Bencana, Perkuat Ketangguhan Warga

×

Kemensos Dorong Torue Jadi Kampung Siaga Bencana, Perkuat Ketangguhan Warga

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id – Kementerian Sosial Republik Indonesia mendorong pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

“Ini merupakan KSB ketiga yang dibentuk di Parimo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengubah paradigma penanggulangan bencana, dari yang semula responsif menjadi lebih mengedepankan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan,” ungkap Praktisi Kementerian Sosial Republik Indonesia, Yulius Arianto Daud, yang mewakili Direktur PSKB saat sosialisasi , di Aula Kantor Kecamatan Torue, Rabu (19/8/2026).

Example 300x600

Menurutnya, tingginya kerawanan bencana, mulai dari banjir hingga gempa bumi, membuat paradigma penanggulangan bencana perlu diubah. Penanganan yang sebelumnya lebih bersifat responsif ketika bencana terjadi, kini harus diarahkan pada langkah preventif melalui penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini.

Kata dia, KSB berbasis masyarakat menjadi instrumen penting untuk memastikan warga tidak hanya menjadi objek ketika bencana terjadi, tetapi juga berperan sebagai subjek yang memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu sesama.

“KSB berbasis masyarakat adalah instrumen untuk memastikan keluarga tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek aktif yang tahu cara menyelamatkan diri dan sesama secara mandiri pada 24 jam pertama bencana,” ujarnya.

Yulius menegaskan, keberadaan KSB tidak akan berjalan maksimal tanpa kolaborasi lintas sektor. Karena itu, pemerintah daerah, Dinas Sosial, BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa diharapkan bergerak bersama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.

“KSB tidak akan berjalan tanpa kolaborasi antara Dinas Sosial, BPBD, TNI, Polri, kecamatan, dan desa. Semuanya bergerak dalam satu komando yang terintegrasi,” katanya.

Ia menjelaskan, pemberdayaan sumber daya masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan KSB. Melalui sosialisasi dan pelatihan, warga dipersiapkan menjadi garda terdepan saat kondisi darurat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

“Melalui pemberdayaan sumber daya dan sosialisasi ini, kita membentuk garda terdepan, menyiapkan lumbung sosial, makanan dan logistik, serta memetakan jalur evakuasi yang diperlukan,” ungkap Yulius.

Selain meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana, keberadaan KSB juga diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan warga dalam menentukan langkah cepat saat kondisi darurat.

Kesiapan tersebut dinilai penting, terutama pada masa awal kejadian ketika akses bantuan dari luar wilayah belum tentu dapat segera dilakukan.Yulius berharap KSB Kecamatan Torue tidak berhenti pada kegiatan pembentukan dan seremonial, tetapi benar-benar menjadi wadah bagi masyarakat untuk berlatih secara berkelanjutan.

Dengan demikian, keberadaannya dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Kami berharap KSB Kecamatan Torue ini menjadi model percontohan yang aktif, mandiri, berkelanjutan, dan bukan sekadar seremonial belaka. Selamat berlatih, tetap jaga keselamatan, dan selamat tangguh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *