PARIMO, bawainfo.id – Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Surni Kadir, mendorong pengurus daerah BKMT Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk menjadi penggerak dalam membina dan mengembangkan majelis taklim di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Hj. Surni Kadir saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus daerah BKMT Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (18/09/2026).
“Keberadaan BKMT merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” ujarnya.
Menurutnya, pengurus BKMT yang baru dilantik merupakan perempuan-perempuan yang memiliki semangat, kemampuan, dan kapasitas untuk menjalankan program organisasi.
“BKMT adalah wadah untuk menjadi pemimpin, motivator, dan penggerak. Ketika kita sudah menyatakan diri untuk bergerak, maka tugas kita adalah menggerakkan masyarakat melalui majelis taklim yang ada di wilayah kita,” ucapnya.
Hj. Surni menjelaskan, BKMT merupakan organisasi yang telah berdiri secara nasional sejak tahun 1981 yang didirikan oleh almarhumah Prof. Dr. Hj. Tuti Alawiyah. Sementara di Sulawesi Tengah, BKMT terus berkembang dan saat ini sebagian besar kabupaten/kota telah memiliki kepengurusan daerah.
Ia berharap seluruh kepengurusan BKMT di Sulawesi Tengah dapat segera terbentuk sehingga program pembinaan majelis taklim dapat berjalan secara menyeluruh.
Khusus di Parimo, ia meyakini keberadaan majelis taklim sudah cukup banyak. Karena itu, tugas utama pengurus BKMT adalah menggerakkan dan membina majelis taklim agar semakin berkembang dan menjadi organisasi yang baik.
“Tugas pengurus BKMT adalah menggerakkan dan membina majelis taklim, sehingga majelis taklim yang ada dapat berkembang,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap bidang dalam kepengurusan BKMT memiliki tugas masing-masing, termasuk bidang organisasi, koordinasi, kelembagaan, dakwah, dan pelatihan. Bidang-bidang tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan internal organisasi sekaligus membangun hubungan dengan majelis taklim di masyarakat.
Selain itu, Hj. Surni mendorong pengurus BKMT Parimo untuk membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan serta memperkuat forum majelis taklim di tingkat desa maupun kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan tiga pesan kepada pengurus BKMT yang baru dilantik. Pertama, agar menjadi penggerak dengan turun langsung ke majelis taklim dan menjalankan program kerja organisasi, termasuk program Tahsin.
Kedua, menjadi mitra pemerintah dengan membangun sinergi bersama Pemerintah Daerah, PHBI, dan para tokoh masyarakat. Ketiga, menjadi teladan bagi masyarakat karena perempuan, khususnya ibu, memiliki peran sebagai madrasah pertama bagi keluarga.
“Jadilah teladan, karena ibu adalah madrasah pertama. Pengurus BKMT harus menjadi teladan yang kemudian akan diikuti oleh majelis taklim yang ada di wilayahnya,” pungkasnya.




