PARIMO, bawainfo.id – Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Hj. Hestiwati Nanga, menyoroti kesejahteraan 1.908 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus mengapresiasi peningkatan jumlah satuan PAUD penerima program di wilayah tersebut.
“Jumlah guru PAUD di Parimo mencapai 1.908 orang. Kondisi kesejahteraan para pendidik masih perlu mendapat perhatian pemerintah daerah, terutama berkaitan dengan honorarium yang diterima,” ungkap Bunda PAUD dalam sambutannya pada kegiatan Gebyar PAUD tingkat Kabupaten Parimo, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat guru PAUD yang menghadapi keterbatasan honorarium serta kendala administrasi dalam memperoleh hak kesejahteraannya.
Salah satu persoalan yang disampaikan berkaitan dengan persyaratan status satuan pendidikan swasta yang harus dinegerikan terlebih dahulu agar dapat memperoleh honorarium hingga Rp3 juta.
“Kondisi ini perlu menjadi catatan bersama karena guru PAUD memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak usia dini. Dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan para guru dalam menjalankan tugas perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka,” ucapnya.
Di sisi lain, Hj. Hestiwati juga menyampaikan capaian dalam program revitalisasi satuan PAUD. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah satuan PAUD penerima revitalisasi meningkat dari 2 satuan pada tahun 2025 menjadi 40 satuan pada tahun 2026.
Capaian tersebut disebut sebagai jumlah terbanyak di Provinsi Sulawesi Tengah. Ia menyebut peningkatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah.
“DPR, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD,” jelasnya.
Ia mengapresiasi upaya seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap peningkatan jumlah satuan PAUD penerima revitalisasi tersebut.
Menurutnya, peningkatan dari 2 menjadi 40 satuan merupakan perkembangan yang perlu terus didukung melalui kerja sama berbagai pihak.
Dia berharap perhatian terhadap pengembangan satuan PAUD tidak hanya berfokus pada pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas tenaga pendidik serta kesejahteraannya.
“Peningkatan kualitas dan kapasitas guru PAUD melalui kegiatan workshop dan pelatihan juga menjadi bagian penting. Dengan demikian, pengembangan pendidikan anak usia dini di daerah ini dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan perhatian terhadap para pendidik,” pungkasnya.




