Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParigi MoutongPendidikan

Bupati Erwin Turun ke Bainaa Barat, Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

×

Bupati Erwin Turun ke Bainaa Barat, Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, didampingi jajaran OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta siswa dan tenaga pendidik berfoto bersama saat meninjau SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kamis (30/04/2026). Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah sekaligus peninjauan langsung kondisi pendidikan dan infrastruktur di wilayah terpencil. (Foto: Istimewa)

PARIMO, bawainfo.id – Kamis, 30 April 2026, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo. Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Parigi Moutong berdiri pada 2002, seorang kepala daerah menginjakkan kaki langsung di wilayah terpencil tersebut.

Kunjungan kerja Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, tidak sekadar agenda seremonial. Dalam kunjungan maraton itu, Bupati meninjau langsung kondisi pendidikan dan infrastruktur vital yang selama puluhan tahun dikeluhkan masyarakat.

Example 300x600

Lokasi pertama yang dikunjungi yakni SD Terpencil Bainaa Barat. Di lokasi itu, Bupati mendapati kondisi sekolah yang memprihatinkan. Bangunan sekolah tersebut hanya memiliki dua ruang kelas untuk menampung sekitar 70 siswa, dengan kondisi dinding dan lantai yang sebagian besar masih menggunakan papan kayu yang sudah lapuk.

Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Bupati. Di hadapan jajaran OPD terkait, ia menginstruksikan langkah cepat dan penanganan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan di wilayah tersebut.

Beberapa langkah yang diperintahkan meliputi rehabilitasi bangunan sekolah melalui penggantian dinding dan lantai yang sudah tidak layak, pengadaan meja dan kursi baru, penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran, pemasangan jaringan listrik dan internet, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta peningkatan akses jalan menuju sekolah.

Tak hanya sektor pendidikan, Bupati juga meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III Desa Bainaa Barat.

Jembatan yang saat ini dikerjakan oleh TNI tersebut diketahui telah mencapai progres sekitar 20 persen. Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting karena selama ini para siswa harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi.

Selain itu, Bupati juga menaruh perhatian terhadap ancaman abrasi sungai yang kini mulai mengkhawatirkan warga setempat. Sedikitnya 10 kepala keluarga dilaporkan terdampak karena rumah mereka terancam rusak akibat terkikis arus sungai.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati menginstruksikan pembangunan bronjong sebagai upaya mitigasi untuk menahan laju abrasi sekaligus melindungi pemukiman warga.

Di sela-sela kunjungannya, Erwin Burase menegaskan komitmen pemerintah untuk menghapus kesenjangan pembangunan, terutama di wilayah terpencil yang selama ini masih minim perhatian.

“Saya sangat prihatin melihat anak-anak kita belajar di ruang kelas yang dinding dan lantainya sudah lapuk. Pendidikan adalah hak setiap anak Parigi Moutong, tidak boleh ada perbedaan fasilitas antara kota dan desa terpencil,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menginstruksikan dinas terkait agar segera melakukan langkah percepatan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

“Saya sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta OPD terkait untuk segera melakukan rehabilitasi sekolah, pemasangan listrik dan internet. Begitu juga dengan pembangunan Jembatan Garuda dan perbaikan jembatan di sekitar kantor desa yang harus dipercepat. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi untuk mendapatkan pendidikan. Pemerintah hadir untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan tersebut disambut haru oleh masyarakat setempat. Kepala desa dan tokoh masyarakat mengaku bersyukur karena setelah 24 tahun berdirinya Kabupaten Parigi Moutong, baru kali ini seorang bupati datang langsung melihat kondisi masyarakat di wilayah terpencil tersebut.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan itu antara lain Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, Camat Tinombo Muamar, Kepala Desa Bainaa Barat, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait.

“Pembangunan tidak boleh hanya berpusat di perkotaan. Semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan perhatian dari pemerintah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *