PARIMO, bawainfo.id – RSUD Anuntaloko Parigi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu inovasi yang terus didorong adalah penggunaan aplikasi Mobile JKN sebagai sarana pendaftaran layanan rawat jalan bagi peserta BPJS Kesehatan.
Penerapan sistem pendaftaran secara daring tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan pasien di ruang poliklinik sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan tanpa harus datang lebih awal untuk mengambil nomor antrean.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Flora, mengatakan aplikasi Mobile JKN memberikan kemudahan bagi pasien karena seluruh proses pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui telepon genggam.
“Pasien cukup mengakses aplikasi Mobile JKN, kemudian memilih jadwal pemeriksaan dan dokter yang dituju. Setelah itu, sistem akan mengeluarkan nomor antrean beserta estimasi waktu pelayanan,” ujar dr. Flora, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, sistem tersebut memberikan kepastian waktu pelayanan sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit. Pasien cukup datang sesuai jadwal yang telah dipilih dan dianjurkan hadir sekitar 30 menit sebelum waktu pemeriksaan.
“Dengan sistem ini, masyarakat dapat mengatur waktu berobat dengan lebih baik. Selain mempermudah pasien, penggunaan Mobile JKN juga membantu rumah sakit dalam mengelola antrean pelayanan agar lebih tertib,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan layanan digital menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan, khususnya pada layanan rawat jalan yang setiap hari melayani ratusan pasien.
Meski demikian, dr. Flora menegaskan penggunaan Mobile JKN tidak menghilangkan persyaratan administrasi yang berlaku. Peserta BPJS Kesehatan tetap diwajibkan membawa surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas atau klinik, sebelum mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
“Aplikasi ini hanya mempermudah proses pendaftaran dan pengambilan antrean. Untuk persyaratan administrasi, terutama surat rujukan, tetap harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Berdasarkan data RSUD Anuntaloko Parigi, pemanfaatan Mobile JKN oleh pasien masih tergolong rendah. Dari rata-rata lebih dari 200 pasien rawat jalan yang berkunjung setiap hari, baru sekitar 80 orang yang memanfaatkan aplikasi tersebut.
Karena itu, pihak rumah sakit terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak peserta JKN menggunakan layanan digital tersebut.
“Kami berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan Mobile JKN karena manfaatnya sangat besar. Selain mempercepat pelayanan, aplikasi ini juga membantu mengurangi antrean dan memberikan kenyamanan bagi pasien saat berobat,” pungkas dr. Flora.
Melalui optimalisasi penggunaan Mobile JKN, RSUD Anuntaloko Parigi berharap pelayanan kesehatan dapat berlangsung lebih efektif, waktu tunggu pasien semakin singkat, serta kualitas layanan kepada masyarakat terus meningkat seiring perkembangan teknologi di bidang kesehatan.




