Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahKesehatan

RSUD Anuntaloko Lunasi Utang Obat Rp19,2 Miliar dalam Empat Bulan

×

RSUD Anuntaloko Lunasi Utang Obat Rp19,2 Miliar dalam Empat Bulan

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id – RSUD Anuntaloko Parigi terus melakukan pembenahan manajemen keuangan sebagai upaya menjaga stabilitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, rumah sakit berhasil menyelesaikan pembayaran tunggakan pengadaan obat dan bahan medis senilai Rp19,291 miliar.

Penyelesaian tunggakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus memastikan ketersediaan obat dan bahan medis tetap terjaga untuk mendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong.

Example 300x600

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan hingga 30 April 2026 pihaknya telah merealisasikan pembayaran utang obat sebesar Rp19,291 miliar.

“Alhamdulillah, dalam empat bulan terakhir kami berhasil menyelesaikan pembayaran utang obat sekitar Rp19,291 miliar. Ini merupakan komitmen kami dalam membenahi tata kelola rumah sakit dan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Irwan, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, total kewajiban rumah sakit kepada perusahaan farmasi yang tercatat hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp26,3 miliar. Dengan pembayaran yang telah dilakukan, sisa tunggakan kini berada di kisaran Rp7 miliar.

Meski demikian, Irwan mengungkapkan masih terdapat potensi penambahan kewajiban baru pada tahun berjalan yang belum seluruhnya masuk dalam akumulasi laporan keuangan.

“Apabila ada utang baru yang muncul pada tahun 2026, maka itu belum masuk dalam perhitungan pembayaran yang kami sampaikan saat ini,” katanya.

Menurut Irwan, penyelesaian utang obat menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kelancaran pelayanan kesehatan di rumah sakit. Ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai menjadi faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan kepada pasien.

“Kalau pasokan obat terganggu, maka pelayanan kesehatan juga akan ikut terdampak. Karena itu, kami menempatkan penyelesaian utang obat sebagai salah satu prioritas utama sejak awal,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembayaran tersebut mencakup tunggakan pengadaan obat sejak Mei hingga November 2025. Langkah itu juga dilakukan untuk memulihkan hubungan kerja sama dengan perusahaan farmasi yang sebelumnya sempat terkendala akibat keterlambatan pembayaran.

“Kami ingin menunjukkan komitmen bahwa RSUD Anuntaloko mampu memenuhi kewajibannya kepada para mitra. Dengan demikian, kepercayaan perusahaan farmasi dapat kembali terbangun dan distribusi obat berjalan normal,” ungkapnya.

Irwan berharap kondisi keuangan rumah sakit yang semakin membaik dapat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menjamin ketersediaan obat dan bahan medis bagi masyarakat.

“Tujuan utama dari seluruh pembenahan ini adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tanpa terkendala ketersediaan obat maupun bahan medis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *