Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
KesehatanParigi Moutong

RSUD Anuntaloko Relokasi Ruang Pemulasaraan Jenazah, Utamakan Kenyamanan Masyarakat

×

RSUD Anuntaloko Relokasi Ruang Pemulasaraan Jenazah, Utamakan Kenyamanan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id – Manajemen RSUD Anuntaloko Parigi berencana memindahkan ruang pemulasaraan jenazah ke lokasi yang lebih representatif dan jauh dari kawasan permukiman. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat sekaligus untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih nyaman bagi pasien, keluarga, dan warga sekitar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan rencana relokasi itu merupakan hasil evaluasi terhadap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, rumah sakit ingin memastikan seluruh layanan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kenyamanan lingkungan.

Example 300x600

“Kami menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Karena itu, kami memutuskan menyiapkan lokasi baru untuk ruang pemulasaraan jenazah agar pelayanan tetap memenuhi standar rumah sakit, namun tidak lagi berada di area yang berdekatan dengan permukiman warga,” ujar Irwan, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, bangunan ruang pemulasaraan jenazah yang ada saat ini sebenarnya telah dilengkapi pagar pembatas dan memenuhi ketentuan dasar operasional. Namun, lokasinya yang berdekatan dengan kawasan permukiman masih menimbulkan rasa kurang nyaman bagi sebagian masyarakat.

“Selama ini warga menyampaikan keberatan terhadap lokasi fasilitas tersebut. Walaupun sudah ada tembok pembatas, kami memahami bahwa aspek psikologis masyarakat juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Irwan mengatakan, selama proses penyiapan lokasi baru, manajemen rumah sakit memilih tidak mengoperasikan fasilitas tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat yang berkembang.

Menurutnya, penentuan lokasi baru tidak hanya mempertimbangkan jaraknya dari permukiman warga, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pasien yang sedang menjalani perawatan. Dengan demikian, aktivitas pelayanan pemulasaraan tidak berada terlalu dekat dengan ruang rawat inap.

“Kami ingin menghadirkan lokasi yang benar-benar ideal. Selain tidak mengganggu masyarakat sekitar, keberadaannya juga tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” jelasnya.

Setelah proses relokasi selesai, bangunan ruang pemulasaraan yang lama tidak akan dibiarkan kosong. Pihak rumah sakit berencana memanfaatkan gedung tersebut untuk mendukung kebutuhan operasional, seperti gudang penyimpanan atau fasilitas penunjang lainnya.

“Bangunan yang ada tetap akan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pelayanan rumah sakit. Nantinya bisa dialihfungsikan menjadi gudang atau kebutuhan operasional lain yang lebih sesuai,” ungkap Irwan.

Ia berharap relokasi ruang pemulasaraan jenazah dapat menjadi solusi yang mengakomodasi kebutuhan pelayanan rumah sakit sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap lingkungan rumah sakit yang lebih nyaman dan tertata.

“Harapan kami, relokasi ini menjadi solusi yang baik bagi semua pihak. Rumah sakit tetap dapat memberikan pelayanan secara profesional, sementara masyarakat dan pasien juga memperoleh rasa nyaman terhadap lingkungan rumah sakit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *