PARIMO, bawainfo.id – Pelayanan kesehatan di BLUD RSUD Anuntaloko Parigi tetap berjalan optimal sehari setelah gempa mengguncang wilayah Parigi Moutong. Di tengah situasi pascabencana, tim bedah rumah sakit berhasil menyelesaikan operasi patah tulang belakang yang berlangsung selama kurang lebih enam jam. Rabu, 17/06/2026.
Dokter Bedah RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Kevin Jonhatan, mengatakan operasi tersebut merupakan tindakan pemasangan pen (implant) sekaligus dekompresi saraf yang mengalami tekanan akibat cedera tulang belakang.
“Selama kurang lebih enam jam, kami melakukan operasi pemasangan pen sekaligus membebaskan saraf yang tertekan pada kasus patah tulang belakang,” ujar dr. Kevin.
Sebelum operasi dimulai, kata dr. Kevin, tim bedah sempat membahas langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan berkekuatan besar saat tindakan operasi berlangsung.
“Kami sempat berdiskusi, bagaimana jika saat operasi berlangsung tiba-tiba terjadi gempa besar. Akhirnya kami sepakat, jika itu terjadi, harus ada dua orang yang tetap bertahan menjaga pasien di meja operasi, sementara anggota tim lainnya mencari bantuan dan memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman,” tuturnya.
Namun, skenario darurat tersebut tidak terjadi. Operasi berlangsung lancar hingga selesai dan pasien berhasil melewati prosedur pembedahan dengan kondisi aman.
Dr. Kevin menyampaikan kisah tersebut sebagai refleksi atas komitmen tenaga kesehatan yang tetap mengutamakan keselamatan pasien dalam kondisi apa pun, termasuk saat menghadapi potensi bencana.
Melalui unggahannya, ia juga mengajak masyarakat mengapresiasi dedikasi seluruh tenaga medis dengan nada ringan.
“Kalau melihat foto ini, menurut kalian kira-kira siapa dua orang yang akan tetap tinggal di ruang operasi saat gempa terjadi? Silakan simpulkan sendiri ya,” tulisnya.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran profesionalisme dan kesiapsiagaan tim medis RSUD Anuntaloko Parigi dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah situasi darurat pascabencana. Bagi para tenaga kesehatan, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis.




