Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParigi Moutong

Bappelitbangda Parimo Siapkan Racikan Pupuk Pulihkan Lahan Durian yang Rusak

×

Bappelitbangda Parimo Siapkan Racikan Pupuk Pulihkan Lahan Durian yang Rusak

Sebarkan artikel ini

PARIMO, bawainfo.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menyiapkan formulasi pupuk khusus sebagai upaya memulihkan kondisi tanah perkebunan durian yang mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan dalam jangka panjang.

Langkah tersebut dilakukan menyusul penurunan drastis produktivitas durian di sejumlah sentra produksi. Bahkan, sebagian petani mengalami gagal panen akibat fenomena yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai bangkalan.

Example 300x600

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappelitbangda Parigi Moutong, Mardiana, mengungkapkan kondisi tersebut telah berdampak besar terhadap hasil produksi petani.

“Petani yang ada di Parigi ini hasil panennya tidak sampai 2,5 persen, bahkan ada yang gagal total,” ujar Mardiana, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian sementara, fenomena bangkalan bukan disebabkan oleh serangan hama maupun penyakit tanaman. Tim kajian menemukan indikasi bahwa penurunan produktivitas terjadi akibat menurunnya kualitas tanah yang telah mengalami penurunan kandungan unsur hara.

Penggunaan bahan kimia secara terus-menerus dalam jangka panjang diduga menyebabkan perubahan struktur tanah sehingga kemampuan lahan dalam menyediakan nutrisi bagi tanaman ikut menurun.

Selain faktor kondisi tanah, cuaca ekstrem dengan suhu panas tinggi dan kemarau berkepanjangan juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi tanaman durian.

“Dari hasil penelitian sementara yang kita dapatkan, itu sebenarnya bukan penyakit. Kondisi tanah dan faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman,” tutur Mardiana.

Dampak penurunan kualitas tanah tidak hanya terjadi pada pohon durian yang sudah berusia lama. Bahkan, sejumlah tanaman durian muda dengan usia sekitar lima tahun juga mengalami kegagalan produksi.

Sebagai langkah pemulihan, Bappelitbangda Parigi Moutong kini mengembangkan formulasi pupuk yang mengombinasikan bahan organik dengan penggunaan pupuk kimia dalam komposisi yang lebih seimbang.

Racikan tersebut masih dalam tahap uji coba untuk melihat efektivitasnya dalam mengembalikan kesuburan tanah serta meningkatkan kemampuan tanaman durian dalam menghasilkan buah.

Penelitian dan pengujian dilakukan di beberapa lokasi percontohan, di antaranya Kecamatan Kasimbar serta Desa Beraban, Kecamatan Balinggi. Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat evaluasi untuk melihat perkembangan pemulihan kondisi lahan.

Mardiana mengatakan, apabila formula pupuk tersebut terbukti efektif, pemerintah daerah berencana mengajukan perlindungan hak paten terhadap inovasi tersebut.

“Kalau memang SOP racikan pupuk ini berhasil, maka racikan pupuk nanti akan kita patenkan,” ujarnya.

Keberhasilan riset tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan pada berbagai sentra perkebunan durian di Kabupaten Parigi Moutong. Upaya ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memulihkan produktivitas durian sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas unggulan daerah.

(*/bawainfo.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *