PARIMO, bawainfo.id – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Irawati, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Pemda Parimo) segera memperbaiki jembatan penghubung Desa Gurinda dan Desa Maranti serta merehabilitasi SD Inpres 2 Mepanga di Desa Ogobayas, Kecamatan Mepanga. Menurutnya, kedua infrastruktur tersebut merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang hingga kini belum mendapat penanganan.
Desakan itu disampaikan Irawati dalam Rapat Paripurna DPRD Parimo dengan agenda penyampaian Laporan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025, Kamis (30/4/2026).
Dalam penyampaiannya, Irawati menegaskan jembatan penghubung antara Desa Gurinda dan Desa Maranti memiliki peran strategis karena menjadi akses utama mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi hasil pertanian.
Namun, hingga saat ini usulan perbaikan jembatan tersebut belum juga direalisasikan, meski telah berulang kali disampaikan melalui hasil reses maupun proposal resmi kepada dinas terkait.
“Usulan perbaikan jembatan ini sudah saya tuangkan dalam hasil reses, termasuk seluruh aspirasi masyarakat. Bahkan saya sempat mengantar langsung proposal dua desa itu ke dinas terkait dan dijanjikan akan dibangun tahun ini, tetapi hasilnya tidak ada,” ujarnya.
Irawati mengungkapkan, karena belum adanya tindak lanjut dari Pemda Parimo, pemerintah desa bahkan sempat berencana membangun jembatan tersebut menggunakan Dana Desa (DD). Namun, rencana itu tidak dapat dilakukan karena terbentur ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kalau tidak bertentangan dengan undang-undang, Kepala Desa Gurinda sudah merencanakan merevitalisasi jembatan menggunakan Dana Desa, karena respons dari Pemda Parimo hanya omon-omon,” tegasnya.
Selain persoalan jembatan, Irawati juga menyoroti kondisi SD Inpres 2 Mepanga di Desa Ogobayas yang dinilainya memerlukan rehabilitasi segera.
Ia mengatakan, kerusakan pada atap dan plafon sekolah menyebabkan sejumlah ruang kelas kerap tergenang air setiap kali hujan turun, sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
“Kalau datang musim hujan, beberapa ruangan pasti tergenang air. Atap hingga plafon sudah bocor. Kalau hanya satu yang bocor bisa diperbaiki, tapi kalau semua, lebih baik direhabilitasi secara menyeluruh,” katanya.
Menurut Irawati, kondisi sekolah tersebut sebenarnya telah ditinjau oleh dinas terkait. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut, padahal pemerintah memiliki program revitalisasi sekolah.
Ia berharap Pemda Parimo segera merespons aspirasi masyarakat dengan memprioritaskan perbaikan jembatan penghubung maupun rehabilitasi SD Inpres 2 Mepanga agar aktivitas masyarakat dan proses pendidikan dapat berjalan lebih baik.
“Saya berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian dan merealisasikan perbaikan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat ini,” pungkasnya.




