Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Ketua DPRD Parimo Hadiri RAPIMNAS FORKONA PPDOB, Berkomitmen Mengawal Pemekaran

×

Ketua DPRD Parimo Hadiri RAPIMNAS FORKONA PPDOB, Berkomitmen Mengawal Pemekaran

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

JAKARTA, bawainfo.id-Perjuangan pemekaran wilayah di  Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terus dikawal hingga tingkat nasional. Ketua DPRD Parigi Moutong, Drs. Alfres Masboy Tonggiroh, M.Si.,  menghadiri Rapat Pimpinan Nasional  (RAPIMNAS) dan Konsolidasi Nasional FORKONAS PPDOB se-Indonesia di Aula Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).

Forum tersebut menjadi ajang  konsolidasi daerah- daerah yang memperjuangkan  pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (CDOB). Agenda itu juga  membahas arah kebijakan penataan  daerah bersama DPR RI, DPD RI, dan pemerintah pusat.

Example 300x600

Alfres mengatakan, kehadirannya dalam forum tersebut untuk  memperkuat posisi Parigi Moutong  dalam memperjuangkan aspirasi  masyarakat terkait penataan dan  pemekaran daerah.

“Kami hadir di Jakarta untuk  membawa amanah dan aspirasi  masyarakat Parigi Moutong terkait  penataan daerah. Perjuangan ini harusterus kita kawal secara bermartabat, rasional, objektif, dan konstitusional  sesuai dengan koridor regulasi yang  berlaku,” tegasnya.

Dalam RAPIMNAS tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, di antaranya  Desain Besar Penataan Daerah (Desartada), roadmap pembentukan daerah otonom baru, politik legislasi, hingga  kapasitas fiskal dan pembiayaan  daerah baru.

Namun, Alfres mengingatkan  masyarakat agar tetap realistis.  Pasalnya, kebijakan moratorium  pembentukan DOB secara nasional  masih berlangsung.

“Kita harus transparan dan jujur  kepada masyarakat bahwa keran  pemekaran secara nasional masih  dalam status moratorium. Perjuangan ini tidak boleh dibangun di atas euforiasemata atau janji-janji instan,” ujarnya.

Menurutnya, masa moratorium justru harus dimanfaatkan untuk  mematangkan seluruh persyaratan.  Mulai dari validitas data kewilayahan,  kajian akademis, kelengkapan  administrasi, pemetaan potensi  ekonomi hingga kemampuan fiskal  daerah.

Bagi DPRD Parigi Moutong,  pemekaran bukan sekadar menambahwilayah administratif atau membentukpemerintahan baru. Lebih dari itu,  pemekaran diharapkan mampu  memperpendek rentang kendali  pelayanan publik, mempercepat  pemerataan pembangunan dan  membuka peluang ekonomi bagi  masyarakat.

Alfres juga mengajak pemerintah  daerah, akademisi, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha hingga media untuk bersama- sama mengawal proses tersebut.  Kritik dan masukan, kata dia, penting  untuk menyempurnakan kajian serta  dokumen usulan pemekaran.

“Kita tetap optimis menatap masa  depan. Ketika pintu moratorium  nantinya resmi dibuka kembali oleh  pemerintah pusat, Kabupaten Parigi  Moutong beserta seluruh instrumen  calon DOB di dalamnya harus sudah dalam kondisi siap sepenuhnya, baik  secara administratif, teknis, ekonomi maupun sosial,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *