Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPendidikan

Parimo Matangkan Strategi Atasi ATS, Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

×

Parimo Matangkan Strategi Atasi ATS, Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

Sebarkan artikel ini
Delegasi Parigi Moutong dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Sutoyo. Turut hadir pula perwakilan dari Bappelitbangda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas Sosial. (Foto: Diskominfo Parigi Moutong).

PALU, bawainfo.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmen serius dalam menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui penguatan sinergi lintas sektor. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran jajaran pejabat dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan ATS tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Kota Palu. Kamis, 16 April 2026.

Rakor yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 April 2026, di Hotel BWS Palu tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah untuk merumuskan langkah konkret dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak.

Example 300x600

Delegasi Parigi Moutong dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Sutoyo. Turut hadir pula perwakilan dari Bappelitbangda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas Sosial, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

Dalam keterangannya, Hestiwati Nanga menegaskan bahwa penanganan ATS bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

“Pendidikan adalah fondasi masa depan daerah. Kehadiran lintas sektor ini membuktikan bahwa Pemkab Parigi Moutong serius menurunkan angka Anak Tidak Sekolah. Kita butuh data yang akurat dan pendekatan yang penuh empati agar tidak ada anak yang tertinggal karena kendala ekonomi maupun akses,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pendataan terpadu dan pendekatan persuasif kepada keluarga menjadi kunci utama agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.

Sementara itu, narasumber Rakor, Dr. Asia, menyoroti pentingnya penguatan peran keluarga serta integrasi data antar-OPD dalam memetakan akar permasalahan ATS secara lebih komprehensif.

Melalui koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan seluruh langkah strategis yang dihasilkan dalam Rakor ini dapat segera diimplementasikan.

Tujuannya adalah mewujudkan generasi muda Parigi Moutong yang lebih cerdas, berdaya saing, dan berkarakter menuju masa depan yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *