Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Dugaan Pungli Program Bantuan Alsintan, Dinas TPHP Parimo

×

Dugaan Pungli Program Bantuan Alsintan, Dinas TPHP Parimo

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

PARIMO, bawainfo.id – Program bantuan Alat dan Mesin  Pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk mendukung  produktivitas dan kesejahteraan petanidi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo)kembali menjadi sorotan.

Kali ini, muncul dugaan adanya pungutan terhadap kelompok tani  calon penerima bantuan traktor roda  empat jenis Jonder. Bantuan yang  semestinya diterima kelompok tani  tanpa pungutan tersebut diduga justrudibarengi permintaan uang hingga  puluhan juta rupiah.

Example 300x600

Informasi yang dihimpun  menyebutkan, sejumlah kelompok tanididuga diminta menyiapkan uang  antara Rp60 juta hingga Rp70 juta  untuk setiap unit Jonder. Uang tersebut disebut sebut dengan berbagai alasan, mulai  dari biaya administrasi, pengurusan proposal, hingga mobilisasi alat.

Seorang perwakilan kelompok tani  yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan  dengan dugaan pungutan tersebut.

“Katanya program pemerintah gratis  untuk mendongkrak swasembada pangan. Tapi kalau harus bayar puluhan juta rupiah lebih dulu, dari  mana modal kami?” ujarnya.

Pengawasan Dinas Dipertanyakan

Munculnya dugaan pungutan tersebutturut menimbulkan pertanyaan  terhadap mekanisme pengawasan di lingkungan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong.

Publik meminta proses penetapan Calon Penerima dan Calon Lokasi  (CPCL) bantuan Alsintan dilakukan secara transparan dan bebas dari  transaksi di bawah meja.

Apalagi, Alsintan merupakan fasilitas pemerintah yang diperuntukkan bagi peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung program ketahanan pangan.

Dugaan pungutan juga memunculkan pertanyaan apakah praktik tersebut dilakukan oleh oknum tertentu di lapangan atau melibatkan pihak lain yang berperan sebagai pengurus proposal maupun perantara.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenangPlt Kadis TPHP Belum Beri Tanggapan

Tim redaksi telah berupaya meminta klarifikasi kepada Pelaksana Tugas  (Plt) Kepala Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya,  untuk mendapatkan penjelasan dan  memastikan informasi dari lapangan.

Konfirmasi telah dikirim melalui  WhatsApp pada Jumat, 21 Agustus.  Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Sikap tersebut membuat dugaan  pungutan Jonder semakin  membutuhkan penjelasan terbuka agar tidak berkembang menjadi  spekulasi di tengah masyarakat.

Aparat Diminta Turun Tangan

Dugaan pungutan terhadap bantuan Alsintan dinilai perlu mendapat  perhatian serius. Pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum didorong melakukan penelusuran  untuk memastikan apakah benar  terdapat pungutan terhadap kelompoktani calon penerima bantuan.

Jika ditemukan bukti adanya  permintaan atau penerimaan uang yang tidak memiliki dasar hukum,  pihak yang terlibat harus dimintai  pertanggungjawaban sesuai  ketentuan yang berlaku.

Program bantuan pertanian sejatinya diberikan untuk membantu petani meningkatkan produksi dan mendukung  ketahanan pangan nasional.

Karena itu, distribusi Alsintan di Parigi Moutong diharapkan berlangsung  transparan, tepat sasaran dan bebas dari praktik pungutan.

Dugaan pungli bukan sekadar soal  uang, tetapi menyangkut kepercayaanpetani terhadap program pemerintah. Kini publik menunggu langkah konkret pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengungkap persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *