Scroll untuk baca artikel
Example 700x550
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Jejak WPR Blok 6, Nama Mister Lie Jadi Sorotan

×

Jejak WPR Blok 6, Nama Mister Lie Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Titik lokasi Pertambangan Emas di Desa Kayuboko Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: B4M5)

PARIMO, bawainfo.id – Tambang emas di Blok 6 Wilayah Izin  Pertambangan Rakyat (IPR) Desa Kayuboko, KabupatenParigi Moutong, kembali menjadi sorotan. Di tengah aktivitas alat berat yang beroperasi, muncul dugaan adanya  jaringan pemodal besar yang mengendalikan kegiatan pertambangan tersebut. 

Salah satu nama yang disebut dalam informasi dan kesaksian warga adalah Mr. Lie, yang diduga memiliki peran sebagai pemodal utama.

Example 300x600

Persoalan semakin serius karena  aktivitas pengerukan disebut-sebut tidak hanya berlangsung  didalam wilayah koordinat IPR yang telah  ditetapkan. Sejumlah informasi di  lapangan mengarah pada dugaan  bahwa alat berat juga beroperasi di area yang  berada di luar koordinat resmi.

IPR Diduga Dijadikan Tameng

Secara administratif, Blok 6 diketahui memiliki dokumen IPR. Namun, keberadaan izin tersebut kini dipertanyakan  karena muncul dugaan adanya aktivitaspertambangan di luar wilayah yang diperbolehkan.

Izin yang seharusnya menjadi dasar legalitas kegiatan pertambangan rakyat diduga digunakan sebagai  tameng ketika aktivitas di lapangan  mendapat pemeriksaan.

Dengan membawa nama IPR Blok 6,  aktivitas alat berat seolah berada di wilayah yang memiliki dasar hukum. Padahal, dugaan pengerukan di luar koordinat membutuhkan pembuktian melalui pengecekan batas wilayah dandokumen perizinan secara langsung oleh instansi berwenang.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka persoalannya bukan lagi sekedar aktivitas pertambangan rakyat,  melainkan dugaan penyalahgunaan izin untuk  menjalankan kegiatan di wilayah yang tidak tercakup dalam perizinan.

Nama Ko Jefri Ikut Disebut

Informasi dari sejumlah warga juga  menyebut adanya aktivitas  pengerukan dilahan yang disebut-sebut berada dalam wilayah yang dikaitkan dengan Ko Jefri, sosok yang disebut sebagai pemain lama dalam aktivitas pertambangan di kawasan  tersebut.

Nama Ko Jefri juga disebut pernah memiliki hubungan kerja sama dengan Mr.Lie pada masa sebelumnya. Namun,  hubungan dan peran masing-masing pihak dalam aktivitas  pertambangan yang berlangsung saatini masih memerlukan verifikasi lebih  lanjut.

Dugaan yang muncul adalah alat beratyang beroperasi dengan membawa IPR Blok 6 dapat bergerak melewati  batas koordinat dan masuk ke area  lain. Jika benar terjadi, pola tersebut berpotensi menjadi celah untuk menghindariproses perizinan baru sekaligus memperluas wilayah pengerukan di luar areayang telah ditetapkan.

Ancaman Lingkungan Mengintai

Aktivitas pertambangan di luar  koordinat juga menimbulkan  pertanyaan serius terkait pengawasanlingkungan. Sebab, kegiatan yang dilakukan di luar wilayah izin berpotensi tidak sesuai  dengan rencana pengelolaan dan  pemantauan lingkungan yang melekat pada perizinan resmi.

Dugaan pembukaan lahan, pengerukan material, hingga penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan emas perlu menjadi perhatian serius apabila benar terjadi di luar  wilayah yang diperbolehkan.

Kerusakan hutan, sedimentasi sungai,hingga potensi pencemaran lingkungan dapat menjadi konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat apabila aktivitas tersebut tidak diawasi secara ketat.

Aparat Diminta Cek Koordinat

Sorotan terhadap Blok 6 Kayuboko  pada akhirnya bermuara pada satu  pertanyaan: apakah seluruh aktivitas  pertambangan benar-benar berlangsung di dalam koordinat IPR?

Pertanyaan tersebut hanya dapat  dijawab melalui pemeriksaan langsungdilapangan dengan mencocokkan titik koordinat IPR, posisi alat berat, serta  dokumen perizinan yang dimiliki. Pemerintah daerah, instansi pertambangan, aparat  penegak hukum, dan  pihak terkait dinilai perlu melakukan pemeriksaan secara terbuka dan  terukur.

Jika aktivitas berada dalam koordinat dan sesuai izin, maka hal tersebut  perlu ditegaskan kepada publik.  Sebaliknya, jika ditemukan kegiatan  diluar koordinat, maka harus ada  tindakan sesuai ketentuan hukum.

Kasus Blok 6 Kayuboko menjadi penting untuk dibuka secara terang.  Sebab, izin pertambangan rakyat semestinya menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, bukan  justru diduga menjadi tameng bagi aktivitas pertambangan yang berada  di luar wilayah perizinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *